Aku hanya mampu memandang dari balik punggungmu,
Saat kita mulai tak banyak bicara,
Saat kesunyian mengisi celah di antara kita.
Aku tak pernah menyadari sebelumnya,
Bahwa tanpa bicara kita bisa saling mengerti,
Dan dalam diam kita merasa dekat.
Aku mensyukuri kedekatan ini,
Persahabatan kita,
Smua cerita, tentang dia, tentang kita.
Aku beruntung.
Karna tanpa bicara kita banyak bercerita.
Teman dan Pencerita
Saturday, June 19
Thursday, June 17
sadar atau tidak sadar selama kurang lebih 6 tahun ini saya punya kebiasaan buruk.
sebenarnya tidak buruk sih untuk saya,
tidak mengganggu orang-orang di sektar saya juga kog.
Mungkin kebiasaan ini bisa disebut aneh, atau emang gara-gara kurang kerjaan aja kali ya.
Sebenarnya saya sering tidak sadar melakukannya,tapi secara tiba-tiba pertemuan saya dengan teman lama saat SMA membuat saya teringat lagi akan kebiasaan itu.
hahahahaa
Sudah adakah yang menyadari kebiasaan buruk apakah yang sering saya lakukan?
Bahkan mungkin orang-orang terdekat saya pun belum tentu tahu tentang kebiasaan saya ini.
Bukan.bukan bangun siang tentunya. Itu sih tergantung kebutuhan. Kalau memang tidak ada yang harus dikerjakan ya kenapa gak ngebo aja. Iya nggak?
Kembali ke pembicaraan awal,sudah ada yang menyadarinya kah?
Hahahahaa
Baiklah,akan saya beritahu hal yang sebenarnya cukup memalukan tapi karna saya tidak sadar jadi ya saya santai saja :D
Kebiasaan itu adalah....
Jreng..jreng...nyabutin rambut yang tumbuhnya gak bener.
Bukan uban,atau gak bener tumbuhnya di jidat atau di ujung hidung,bukan,bukan itu.
Rambut saya tergolong aneh dari sononya.
Pas saya kecil sih lurus kayak orang habis bondingan gitu,
tapi pas SMP (ini pas ancur-ancurnya) rambut saya jadi sedikit bergelombang, kaku, kasar, pokoknya rambut singa banget lah waktu itu.
Nah,karena ada insiden perubahan tekstur rambut,
mulai SMA rambut saya berkompilasi antara lurus dan bergelombang.
Jeleknya, ada beberapa helai yang keriting, keritingnya aneh banget pokoknya.
Kaku, tebel, item, tapi malah kriting, kayak rambut apa coba??? ;D
Mungkin waktu SMA saya kebanyakan ngelamun di asrama dan males belajar pas di aula,jadi saya menemukan metode ini untuk mengisi waktu luang saya.
Dan ternyata asik juga lho.
Caranya gampang kog,
pertama,elus-elus dulu tuh rambut di kepala.
kedua, mulailah menggerayangi pangkal rambut yang nempel di kulit kepala,sambil rasakan ketebalannya.
ketiga,bila menemukan helai yang ketebalannya agak ekstrim coba telusuri lebih ke bawah dulu,
Keempat,klo rambut itu normal silakan tinggalkan dan kemudian lanjutkan pencarian,bila berasa 'wave'nya ulangi penelusuran hingga 2-3kali.
Kelima,lilitkan ke jari tangan,dan jika dirasa sudah cukup mantab silakan ditarik agak ke pangkal biar tidak putus.
Voila!mudah bukan :D
metode penghilang stres macam ini tidak dianjurkan untuk orang-orang berambut tipis apalagi yang sudah mengalami kebotakan.
Beruntung rambut saya tebal,dan walau didera kerontokan yang dasyat ditambah kebiasaan aneh ini rambut saya tetap SINGA!
Beberapa teman SMA saya terbawa kebiasaan ini hingga sekarang,
dan mereka bilang kalau ada bagian di kepala mereka yang mulai botak.hahahaa
Maaf ya teman-teman,bukan maksud saya lho,kalian yang ngikut-ngikut.
Silakan diimbangi dengan pemakaian lidah buaya secara rutin.hehee
Lalu bagaimana dengan kalian,
adakah hobi yang lebih aneh dari kegemaran saya yang satu inikah?
Ni hasil perburuan saya

Ekspresi saat perburuan
sebenarnya tidak buruk sih untuk saya,
tidak mengganggu orang-orang di sektar saya juga kog.
Mungkin kebiasaan ini bisa disebut aneh, atau emang gara-gara kurang kerjaan aja kali ya.
Sebenarnya saya sering tidak sadar melakukannya,tapi secara tiba-tiba pertemuan saya dengan teman lama saat SMA membuat saya teringat lagi akan kebiasaan itu.
hahahahaa
Sudah adakah yang menyadari kebiasaan buruk apakah yang sering saya lakukan?
Bahkan mungkin orang-orang terdekat saya pun belum tentu tahu tentang kebiasaan saya ini.
Bukan.bukan bangun siang tentunya. Itu sih tergantung kebutuhan. Kalau memang tidak ada yang harus dikerjakan ya kenapa gak ngebo aja. Iya nggak?
Kembali ke pembicaraan awal,sudah ada yang menyadarinya kah?
Hahahahaa
Baiklah,akan saya beritahu hal yang sebenarnya cukup memalukan tapi karna saya tidak sadar jadi ya saya santai saja :D
Kebiasaan itu adalah....
Jreng..jreng...nyabutin rambut yang tumbuhnya gak bener.
Bukan uban,atau gak bener tumbuhnya di jidat atau di ujung hidung,bukan,bukan itu.
Rambut saya tergolong aneh dari sononya.
Pas saya kecil sih lurus kayak orang habis bondingan gitu,
tapi pas SMP (ini pas ancur-ancurnya) rambut saya jadi sedikit bergelombang, kaku, kasar, pokoknya rambut singa banget lah waktu itu.
Nah,karena ada insiden perubahan tekstur rambut,
mulai SMA rambut saya berkompilasi antara lurus dan bergelombang.
Jeleknya, ada beberapa helai yang keriting, keritingnya aneh banget pokoknya.
Kaku, tebel, item, tapi malah kriting, kayak rambut apa coba??? ;D
Mungkin waktu SMA saya kebanyakan ngelamun di asrama dan males belajar pas di aula,jadi saya menemukan metode ini untuk mengisi waktu luang saya.
Dan ternyata asik juga lho.
Caranya gampang kog,
pertama,elus-elus dulu tuh rambut di kepala.
kedua, mulailah menggerayangi pangkal rambut yang nempel di kulit kepala,sambil rasakan ketebalannya.
ketiga,bila menemukan helai yang ketebalannya agak ekstrim coba telusuri lebih ke bawah dulu,
Keempat,klo rambut itu normal silakan tinggalkan dan kemudian lanjutkan pencarian,bila berasa 'wave'nya ulangi penelusuran hingga 2-3kali.
Kelima,lilitkan ke jari tangan,dan jika dirasa sudah cukup mantab silakan ditarik agak ke pangkal biar tidak putus.
Voila!mudah bukan :D
metode penghilang stres macam ini tidak dianjurkan untuk orang-orang berambut tipis apalagi yang sudah mengalami kebotakan.
Beruntung rambut saya tebal,dan walau didera kerontokan yang dasyat ditambah kebiasaan aneh ini rambut saya tetap SINGA!
Beberapa teman SMA saya terbawa kebiasaan ini hingga sekarang,
dan mereka bilang kalau ada bagian di kepala mereka yang mulai botak.hahahaa
Maaf ya teman-teman,bukan maksud saya lho,kalian yang ngikut-ngikut.
Silakan diimbangi dengan pemakaian lidah buaya secara rutin.hehee
Lalu bagaimana dengan kalian,
adakah hobi yang lebih aneh dari kegemaran saya yang satu inikah?
Ni hasil perburuan saya
Ekspresi saat perburuan
Wednesday, June 16
Aku tak tahu,
siapa yang kau anggap pantas masuk hidupmu,
bukan aku,pastinya.
Padahal,
siapa lagi yang bisa kau ajak bicara selain aku?
Siapa lagi yang rela, dengan sabar,
menghadapi keegoisanmu,
mendinginkan hari-harimu yang ku tahu,sangat melelahkan?
Siapa lagi yang mau mendengarkan semua ocehan tentang duniamu, tentang hidupmu,
dan seluruh impian-harapan,serta cita-cita yang semakin dekat dengan tanganmu?
mendengarkan keluh kesahmu,
kegagalan, derita, ketika kau ada di persimpangan, dan semua krisis yang kau alami sepanjang hidupmu?
Semua orang datang padaku,mencarimu.
menuntut tanggung jawabmu,
mencaci, memaki, meletakkanmu pada semua pangkal permasalahan.
Sekuat hati aku masih berusaha membelamu,
memberi pengertian yang mungkin cukup sulit diterima,
dan berharap kamu mau mendengarku.
Tapi kamu tak pernah mengerti.
Apakah kamu terlalu munafik untuk mengakuinya?
mengakui kalau kamu membutuhkanku.
Mengakui keberadaanku di hidupmu.
Tolong dewasalah.
Tidak semua orang bisa mengerti kamu, seperti aku memahamimu.
tidak semua bisa mengalah,
demi kamu.
demi mimpi-mimpimu.
Ini bukan mengguruimu,
tapi karena aku masih peduli denganmu,
walau ku tahu,
kamu pasti tak menginginkannya.
Keluarlah dari persembunyianmu,
hadapilah,
selesaikanlah,
dan aku takkan mengganggu hidupmu lagi.
siapa yang kau anggap pantas masuk hidupmu,
bukan aku,pastinya.
Padahal,
siapa lagi yang bisa kau ajak bicara selain aku?
Siapa lagi yang rela, dengan sabar,
menghadapi keegoisanmu,
mendinginkan hari-harimu yang ku tahu,sangat melelahkan?
Siapa lagi yang mau mendengarkan semua ocehan tentang duniamu, tentang hidupmu,
dan seluruh impian-harapan,serta cita-cita yang semakin dekat dengan tanganmu?
mendengarkan keluh kesahmu,
kegagalan, derita, ketika kau ada di persimpangan, dan semua krisis yang kau alami sepanjang hidupmu?
Semua orang datang padaku,mencarimu.
menuntut tanggung jawabmu,
mencaci, memaki, meletakkanmu pada semua pangkal permasalahan.
Sekuat hati aku masih berusaha membelamu,
memberi pengertian yang mungkin cukup sulit diterima,
dan berharap kamu mau mendengarku.
Tapi kamu tak pernah mengerti.
Apakah kamu terlalu munafik untuk mengakuinya?
mengakui kalau kamu membutuhkanku.
Mengakui keberadaanku di hidupmu.
Tolong dewasalah.
Tidak semua orang bisa mengerti kamu, seperti aku memahamimu.
tidak semua bisa mengalah,
demi kamu.
demi mimpi-mimpimu.
Ini bukan mengguruimu,
tapi karena aku masih peduli denganmu,
walau ku tahu,
kamu pasti tak menginginkannya.
Keluarlah dari persembunyianmu,
hadapilah,
selesaikanlah,
dan aku takkan mengganggu hidupmu lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)