Pages

Kepang

Thursday, June 30

weheartit


Aku membagi tiga rambutku
mengepang
lalu mengikatnya erat-erat
seperti permintaanmu
sembari menunggu
ucapan selamat malam
sebagai pengantar mimpiku.


~Minnie Ripperton - Loving you, sembari menunggumu..

Jalan Menuju Pulang

Wednesday, June 29

weheartit.com


Temukan aku,
aku tersesat dalam gelap tanpa isyarat,
aku tak punya penanda,
ataupun sekedar kenangan untuk kujadikan pengingat.
Temukan aku
dalam perjalanan pulangku,
menujumu,
rumah.


~nowplaying: And I love you so - Don McLean

Belajar Menulis (Puisi)

Monday, June 27

Jadi ceritanya selama 2 hari kemarin (25-26 juni) saya mengikuti workshop penulisan puisi bersama Bapak Sapardi Djoko Damono di Tembi Rumah Budaya. Alasannya cukup sederhana, "ngancani" teman. Di sana saya mendapat banyak sekali pengetahuan baru yang selama ini tidak pernah saya pikirkan. Teknik-teknik berbahasa dan mengolah perasaan sehingga dapat tercipta puisi yang "hebat". Ternyata puisi "hebat" tidak perlu kata-kata yang muluk atau bagi saya-cenderung lebay. Dari pemikiran sederhana pun ternyata bisa membuahkan puisi yang "hebat".

Ya memang dari kecil saya suka nulis puisi, tapi tidak pernah sedikit pun saya berniat untuk serius menggelutinya. Selama ini saya menulis ya hanya untuk kesenangan saya sendiri, atau lebih tepatnya untuk menumpahkan emosi. Saya jarang sekali mem-publish puisi saya, cuma ditulis di blog, lalu dibiarkan saja. Paling sesekali saya baca-baca lagi sambil menertawakan kecengengan saya saat nulis. Kadang kalau puisinya ditujukan untuk seseorang ya dengan malu-malu dipublish link blog nya lewat twitter dan berharap yang baca tidak berkomentar atau pura-pura tidak tahu.

Karna akhir-akhir ini banyak mengalami pergulatan emosi jadi kegiatan menulis puisi saya jadi lebih produktif. Dan tanpa saya sangka-sangka ada beberapa orang yang membaca dan memberikan apresiasi positif terhadap tulisan saya. sekali lagi, saya tidak menyangka, karna selama ini tulisan tersebut hanya sebagai pelampiasan emosi saja, bukan untuk dibaca publik. Jujur saja saya senang, lha wong nggak pernah dipuji orang. Bahkan mungkin orang tua saya sendiri tidak tahu kalau anaknya suka menulis :p. Tapi disamping semua kebahagiaan saya itu juga tersimpan rasa malu dan minder yang belum juga hilang. Saya mau belajar. Saya mau memanfaatkan kesempatan (kedua) ini untuk berkembang.

Semoga masukkan teman-teman bisa membuat saya lebih baik lagi, tidak lantas jadi besar kepala. Biar hidup saya ada gunanya.

Bahagia Sederhana

Bahagia itu sederhana,
sesederhana ketika kamu menanyakan bagaimana hariku.
Sesederhana ketika aku mendoakanmu saat jauh.

Bahagia itu sederhana,
dan tak butuh banyak kata.




~dini hari, diiringi Norah Jones - Love Me Tender

Memakan Kenangan

Wednesday, June 22

Aku memakan kenangan,
menelan dengan segala kepahitannya,

menyimpan bahagia di balik lidah

sebagai penawarnya.


Di dalamnya tersimpan kamu.

Kamu yang tak pernah mengerti aku.

Kuharap kamu kan lebur,

tercerna dengan sempurna.

Merasuk hingga sudut terkecil bersama aliran darahku,

hingga akhirnya kamupun tahu,

ada berapa banyak cinta untukmu

yang akhirnya membunuhku.

sebelas jam











Tidak pernah ada kata-kata sepanjang itu yang pernah terucap.
Asing, hingga berubah tawa, hingga tetesan tangis yang akhirnya membanjir dalam pelukan.
Seperti inilah yang aku rindukan.

Seperti inilah harapan-harapan yang pernah aku doakan.

Seperti inilah kita, yang bahkan kita sendiri tak pernah menyangka.

jatuh cinta itu biasa

Friday, June 10

Jatuh cinta itu biasa,
yang luar biasa adalah kepada siapa kamu jatuh cinta...

:)

terlambat

Monday, June 6

banyak cerita yang belum sempat kubagi denganmu
banyak mimpi yang seharusnya teraih
seharusnya ada kamu
seharusnya bersamamu.

:)
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS