Satu dua langkah panjang telah dilampaui. Tidak sekaligus, tapi bisa dianggap lulus. Tidak harus selalu bersama, langkah kita tetap menemukan jalannya.
Tiga ratus enam puluh lima hari yang bahagia, kata mereka. Tiga ratus enam puluh lima hari yang kulewatkan dengan membiasakan diri. Menerimakan bahwa nyatanya kau tak lagi hadir. Segala upaya kupertaruhkan untuk menghadirkanmu kembali. Kususun lagi puing-puing bahagiaku, dengan harapan kau mau membaginya denganku.
Aku mencoba dan tak henti mencoba. Menyesuaikan apa yang telah terencana. Memastikan segalanya tepat pada porsinya. Bersepakat dengan keyakinan yang tak kunjung menemukan pegangannya.
Esok hari, hitung aku dalam rencanamu. Hitung aku jadi bagian yang kau mau. Bagian yang mungkin tak punya banyak tempat pada prioritasmu, tapi untukku, itulah nyawaku. Satu-satunya harap untuk tetap menghidupkan duniaku.
now listening Rivers and Roads by The Head and The Heart
~And i guess it's just as well,
but i miss your face like hell~
Subscribe to:
Posts (Atom)