Pray
Monday, August 13
karna Ia mendengar apa yang kita minta....
menguatkan apa yang kita percaya....
hingga waktunya sedia.
Monday, June 18
Tuesday, March 6
Apakah ia benar-benar tulus dari hati?
Karna suatu kali akan tiba saat dimana hati pun lelah memberi toleransi,
tak mau lagi memahami,
hanya ingin terbang tinggi.
Thursday, January 19
Friday, January 6

Bersyukurlah bagi kalian yang punya banyak kesempatan untuk traveling, baik itu dengan budget yang memadai ataupun sekedar berbekal nekat saja. Buat saya, punya keberanian untuk mengarungi tempat baru itu sesuatu yang luar biasa.
Dari kecil saya jarang sekali bepergian ke luar kota kelahiran saya, paling hanya sekedar ikut rombongan piknik sekolah ataupun rombongan kantor orang tua saya. Pertama kalinya saya naik kereta jauh saat saya interview kerjaan, luar biasa bukan? Ya mungkin sedikit mirip dengan peribahasa "Katak dalam tempurung" karena memang jarang sekali melakukan perjalanan keluar. Untungnya saya suka membaca, jadi ke-katak dalam tempurung-an saya bisa tertolong.
Dewa penolong saya tidak sampai disitu turun tangannya, sekarang saya punya pacar yang sangat-sangat sering "memaksa" saya pergi traveling. Karna dia sangat tahu kalau saya malas membuat suatu rencana, apalagi suatu detail rencana perjalanan, dia sudah siap dengan semua tetek bengeknya. Saya sih biasanya tinggal ngikut saja. Menumbuhkan semangat traveling buat saya lumayan susah, kadang sudah putus asa duluan dengan keribetan yang dibayangkan, baru dibayangkan, padahal untuk dijalani mungkin tidak akan seribet itu. Ini tugas utama pacar saya sekarang, meyakinkan saya kalau semua sudah terencana dan baik-baik saja. Selebihnya, mood saya di perjalanan akan berangsur-angsur tumbuh dan menjadi semangat. Artinya disini saya sudah mulai ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan. Traveling bukan hanya foya-foya, saya jadi lebih mengenal partner saya karna akan banyak melibatkan pertukaran pikiran dan pengambilan keputusan.
Memang belum banyak tempat yang kami datangi, tapi itu masih memenuhi mimpi-mimpi kami. Suatu hari nanti. Sedikit demi sedikit. Bersama.
Sunday, October 2
kali ini, untuk sekian waktu yang sudah terlewati
Maafkanlah,
jika selama ini aku belum bisa menjadi alasan untuk kau selalu tersenyum
jika aku belum sekuat apa yang kau bayangkan untuk tempat bersandar
jika aku belum bisa kau andalkan pada saat tergelap hidupmu
~namun selama nafas berhembus aku kan mencoba, menjadi seperti yang kau minta...
Wednesday, September 7

Mencintaimu ternyata bisa membuatku menjadi manusia paling sabar di jagad ini. Padahal semua orang tahu, bagaimana grafik tingkat emosiku sebelumnya. Aku yang meledak-ledak, disandingkan denganmu, yang mendapat predikat orang paling baik sedunia. Mungkin memang harus seperti itu. Salah satu harus menjadi peredam. Ketika aku terbawa emosi, aku ingin ada kamu, yang tersenyum, yang akan memeluk dan membuatku tenang. Tapi jika keadaan sudah terbalik, aku akan mempertaruhkan harga diriku ketika melihatmu berusaha menahan emosi. Aku sakit. Aku tidak mau melihatmu seperti itu. Aku ingin kamu tetap tenang, berpikir jernih. Rasanya aku ingin memelukmu hingga emosi itu tumpah kepadaku, dan kamu akan menjadi seperti sedia kala, yang sabar, yang tersenyum menghadapi segalanya.
Kamu tahu, itu semua karna aku cinta kamu.
dan aku bersyukur memilikimu.
Friday, August 5
Monday, June 27
Ya memang dari kecil saya suka nulis puisi, tapi tidak pernah sedikit pun saya berniat untuk serius menggelutinya. Selama ini saya menulis ya hanya untuk kesenangan saya sendiri, atau lebih tepatnya untuk menumpahkan emosi. Saya jarang sekali mem-publish puisi saya, cuma ditulis di blog, lalu dibiarkan saja. Paling sesekali saya baca-baca lagi sambil menertawakan kecengengan saya saat nulis. Kadang kalau puisinya ditujukan untuk seseorang ya dengan malu-malu dipublish link blog nya lewat twitter dan berharap yang baca tidak berkomentar atau pura-pura tidak tahu.
Karna akhir-akhir ini banyak mengalami pergulatan emosi jadi kegiatan menulis puisi saya jadi lebih produktif. Dan tanpa saya sangka-sangka ada beberapa orang yang membaca dan memberikan apresiasi positif terhadap tulisan saya. sekali lagi, saya tidak menyangka, karna selama ini tulisan tersebut hanya sebagai pelampiasan emosi saja, bukan untuk dibaca publik. Jujur saja saya senang, lha wong nggak pernah dipuji orang. Bahkan mungkin orang tua saya sendiri tidak tahu kalau anaknya suka menulis :p. Tapi disamping semua kebahagiaan saya itu juga tersimpan rasa malu dan minder yang belum juga hilang. Saya mau belajar. Saya mau memanfaatkan kesempatan (kedua) ini untuk berkembang.
Semoga masukkan teman-teman bisa membuat saya lebih baik lagi, tidak lantas jadi besar kepala. Biar hidup saya ada gunanya.
Sunday, May 8

Tidak ada salahnya berbagi.
tapi saya kurang suka bila saya sedang makan/minum lalu ada org yg tiba-tiba minta.bukan berarti saya pelit.hmm,begini, mmisalnya kamu sedang pergi bareng-bareng, nongkrong di cafe dan ada satu orang temanmu yg nggak pesen apa-apa tapi sibuk nyruput sana-sini.itu sangat mengganggu bagi saya.
saat sma, saya tinggal di asrama. disana kami mempunyai kebiasaan makan bersama. suatu ketika kakak kelas saya malas makan,tp dia ikut bergabung di meja makan. pertamanya dia minta sesuap makanan saya, ya sudah saya sih oke-oke saja.tapi kog berulang lagi, ya kan lama-lama saya kesal.akhirnya saya kasih piring saya ke dia.eh dia malah marah.
itu beberapa contoh kejadian tidak mengenakkan saat 'berbagi makanan'. Sedari kecil saya diajari untuk tidak pernah meminta milik orang lain. padahal yang namanya anak kecil kan masa-masanya pengenan. temennya punya makanan diminta, punya mainan baru direbut,punya baju baru nangis-nangis minta ke mamah. Dulu kalau sedang maen ke rumah tetangga trus tetangga saya ini makan, saya pasti cepet-cepet pulang,takut keburu pengen,hahaa.terus kalau saya punya jajanan dari mamah ga boleh dimakan di luar, pasti disuruh ngabisin dulu baru boleh maen lagi.takut anak tetangga pada rewel. tapi kalau punyanya banyak,pasti mamah nyuruh buat dibagi-bagiin ke yang lain.
pernah juga saya dimarahin bapak karena ngerengek-rengek mintain makanan kakak saya.saat itu kakak saya lagi makan trus saya minta nyicipin.kakak saya sih nggak marah, tapi bapak saya langsung nyuruh saya ngambil piring sendiri.
kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. bahkan dijamu ketika bertamu dirumah orang saja saya berasa sungkan.kalau cuma disuruh sekali saya belom akan bergerak.Harus 2-3 kali baru saya mau ngambil suguhannya.sekarangpun saya sering menemui orang-orang yang suka meminta sebelum ditawari.saya juga nggak pelit kog,kalau saya punya ya saya bagi.tapi kadang risih juga ketika ada orang yang suka minta-minta gitu.Sebenarnya bukan masalah besar, ini hanya masalah kebiasaan saja. kebiasaan saya, ya kalau nggak ditawarin sama yang punya ya saya nggak akan minta, dan sebisa mungkin nggak minta.
Tuesday, December 21
Saya bukan orang yang tergila-gila akan suatu jenis musik. Saya hanya seorang penikmat, yang basically gak punya pengetahuan apa-apa di bidang musik. Bekal saya hanya telinga, dan perasaan saya yang masih lumayan peka. Saya bukan musisi, ataupun penyanyi. Tapi saya bisa cerita pada kalian semua, kenapa saya bisa cinta mati pada @jazzmbensenen
Perkenalan pertama saya dengan @jazzmbensenen tidak begitu membuat saya terpikat, hingga saya lupa kapan tepatnya. Yang saya ingat, teman kampus saya yang mengenalkannya pada saya dengan berbekal kemampuannya ngomporin saya buat ketemu cowok-cowok musisi yang “bening”. Hahahaaaaa.... Saya yang dulu, datang on time supaya dapet duduk di kursi, duduk manis, manggut-manggut, MC ne guyon melu ngguyu tapi ra mudeng, pulang jam 10 (kost saya tutup jam segitu). Dan kalau teman saya gak pada brangkat ya saya juga ga brangkat, gila aja, bisa jadi anak ilang ntr. Secara di sana gak knal siapa2. Kasarnya, dateng atau nggak gak bakal ada yang sadar, siapa elo.
Pertengahan tahun saya liat ada event Jazz sunrise on the beach yang buka lowongan volunteer. Tanpa pikir panjang saya daftar aja. Jahatnya saya, saya gak ngajak tmn2 saya yg biasa ntn sama saya. Alasannya, biar mereka bisa ngiri sama saya. Hahahaaa. Sesuai prediksi saya, saya bener2 jd anak ilang disini. Diawali perkenalan dengan Gilang sebagai koordinator volunteer, saya sok cuek dan modal nekat aja sok2an kenal gitu. Just as an information, saya bukan orang yang gampang membaur dengan lingkungan baru, so its feels like hell lah buat saya.
Saya masi ingat gmn pertama kali saya berhadapan dengan keluarga besar @jazzmbensenen. Kalau kata mas Danny, “Dateng2 ra kenal, mbonceng Gilang, bawa keyboard + standnya, masi bawa galon juga, mesakke,” Ya begitulah kesan pertama yang berhasil saya ciptakan. Siapa saya? Saya adalah gadis pembawa galon dan keyboardnya Gilang yang beratnya segambreng itu. Dulu berhubung saya gak tau dmn Warta Jazz berada maka saya nebeng Gilang, dan ternyata Gilang gak langsung ke Warta Jazz tp mampir ke Samir yang menyebabkan saya semakin jadi anak ilang. Dari Samir ke Warta Jazz saya disuruh milih mbonceng mas Danny atau Jay. Siapa sih yg nolak disuruh bareng Jay, tp anehnya kog saya dulu nolak ya, saya milih mbonceng mas Danny. Di jalan kami terlibat perbincangan aneh lah pokoke, namanya juga baru knal. Tapi perbincangan itu membawa kami ke perbincangan2 panjang selanjutnya. Dan kalau saya bisa memutar waktu, saya tetep akan milih mbonceng mas Danny kog :)
Obrolan Samir-Warta Jazz tidak berhenti sampai disitu. Masih banyak malam2 galau saya yg berakhir pada curcol via bbm bareng mas Danny. Thanks for being the greatest brother for me. Mulai mbujukin saya yg udh mau tdr buat dateng hujan2 ke bentara, ngomporin mlm2 ketika saya patah hati buat nyusulin ke padepokan dan nyariin barengan ke sana (untung waktu itu Aji mau ya mas :p ), belom lagi janji2 surga yang belom kesampean,hahaaa. Its mean so much for me.
Obrolan2 lewat tengah malam lain juga saya lewatkan bersama Aji. Ada beberapa topik sempat membuat saya mikir banyak. Apa sih yg saya harapkan dan saya cari di komunitas? Sampai saat saya membuat tulisan inipun saya tidak tahu. Tapi lihat apa yang saya temukan. Sebuah kebersamaan yang sangat luar biasa buat saya. I’ve found a family here. Saya merasa super duper nyaman walau saya sendiri belum lama mengenal mereka. That’s why i called it home. Dan betapa saya mencintainya walaupun pada akhirnya saya harus tepar karna terlalu banyak tertawa sampai pagi ;). Mereka adalah tempat dimana saya akan kembali pulang, sejauh apa saya melangkah.
Happy Birthday @jazzmbensenen , tetap berkarya, tetap menginspirasi
And if someday i should go, i’ll be missing you!
Friday, August 13

ada suatu peristiwa mengejutkan yg cukup mengguncang saya,
om saya, adik dari bapak tiba-tiba saja meninggal,
yang namanya meninggal memang selalu tiba-tiba,tidak pernah ada yg direncanakan,
tapi kali ini tanpa pertanda,
tanpa kesakitan yang diketahui oleh pihak keluarga.
usia beliau belum tua,
anak pertamanya baru sma kelas2,
yang kecil baru sd awal,
dan beliau adalah orang cukup dominan dalam keluarga,
seorang decision maker lah istilahnya,
beliau yang ada dalam kenangan saya orangnya galak,
hahahaa,
*pdhl bapak saya saja sudah cukup sangar,dan yg ini lebih sangar
seketika itu juga saya langsung membayangkan bagaimana kelanjutan hidup keluarganya,
anak-anaknya,
saya tidak tahu,dan bayangan saya tidak dapat menjangkau kenyataan yg ada.
ketakutan-ketakutan akan sebuah rasa kehilangan membuat saya tersiksa.
bagaimana jika itu saya?
bagaimana jika saya yang kehilangan?
atau mungkin saya yang meninggalkan?
saya tidak pernah tahu,
lalu apa yang bisa saya perbuat?
apakah saya harus berhenti mencintai orang-orang terdekat saya,
supaya saya tidak merasa terlalu kehilangan?
atau saya akan membiarkan waktu yang akan menguatkan saya?
saya terlampau takut.
Friday, July 16

Menjaga suatu hubungan itu tidak semudah untuk memulainya
Untuk memulainya,kita hanya butuh keberanian lebih untuk mengutarakan perasaan kita
Itu termasuk resiko jawaban apa yg nantinya kita terima.
Jika positif ya mari bersama,jika lawannya maka mari kita tinggalkan saja.
Mungkin saya lupa bagaimana rasanya jatuh cinta,
Bahkan saya tidak tahu apa yg membuat saya yakin akan seseorang yg nantinya bakal saya sebut "he's the one".
Terlalu abstrak memang,karna cinta bisa beraneka ragam efek yg ditimbulkannya.
Tidak penting bagi saya untuk tahu bagaimana cinta itu bekerja.
Tenggelam dalam pelukan tanpa harus bnyk bicara pun bisa membuat saya jatuh cinta.
Bagi saya,cinta itu saling.
Saling yang tanpa embel-embel kecantikan,postur tubuh, dan hawa nafsu.
Bagaimana dia bisa menerima,tanpa mengharap suatu imbalan
Yang dalam diampun ia tetap memelukmu tanpa harus kau minta
Yang sentuhannya dapat meleburkan semua kesakitanmu
Bukan materi,atau hartanya yang dapat menenangkanmu.
Yang tanpa dia minta,kamu akan memberikan segalanya.
Temukanlah cintamu
Yg juga mencintaimu tanpa kau minta.
.Introspeksi.
Thursday, June 17
sebenarnya tidak buruk sih untuk saya,
tidak mengganggu orang-orang di sektar saya juga kog.
Mungkin kebiasaan ini bisa disebut aneh, atau emang gara-gara kurang kerjaan aja kali ya.
Sebenarnya saya sering tidak sadar melakukannya,tapi secara tiba-tiba pertemuan saya dengan teman lama saat SMA membuat saya teringat lagi akan kebiasaan itu.
hahahahaa
Sudah adakah yang menyadari kebiasaan buruk apakah yang sering saya lakukan?
Bahkan mungkin orang-orang terdekat saya pun belum tentu tahu tentang kebiasaan saya ini.
Bukan.bukan bangun siang tentunya. Itu sih tergantung kebutuhan. Kalau memang tidak ada yang harus dikerjakan ya kenapa gak ngebo aja. Iya nggak?
Kembali ke pembicaraan awal,sudah ada yang menyadarinya kah?
Hahahahaa
Baiklah,akan saya beritahu hal yang sebenarnya cukup memalukan tapi karna saya tidak sadar jadi ya saya santai saja :D
Kebiasaan itu adalah....
Jreng..jreng...nyabutin rambut yang tumbuhnya gak bener.
Bukan uban,atau gak bener tumbuhnya di jidat atau di ujung hidung,bukan,bukan itu.
Rambut saya tergolong aneh dari sononya.
Pas saya kecil sih lurus kayak orang habis bondingan gitu,
tapi pas SMP (ini pas ancur-ancurnya) rambut saya jadi sedikit bergelombang, kaku, kasar, pokoknya rambut singa banget lah waktu itu.
Nah,karena ada insiden perubahan tekstur rambut,
mulai SMA rambut saya berkompilasi antara lurus dan bergelombang.
Jeleknya, ada beberapa helai yang keriting, keritingnya aneh banget pokoknya.
Kaku, tebel, item, tapi malah kriting, kayak rambut apa coba??? ;D
Mungkin waktu SMA saya kebanyakan ngelamun di asrama dan males belajar pas di aula,jadi saya menemukan metode ini untuk mengisi waktu luang saya.
Dan ternyata asik juga lho.
Caranya gampang kog,
pertama,elus-elus dulu tuh rambut di kepala.
kedua, mulailah menggerayangi pangkal rambut yang nempel di kulit kepala,sambil rasakan ketebalannya.
ketiga,bila menemukan helai yang ketebalannya agak ekstrim coba telusuri lebih ke bawah dulu,
Keempat,klo rambut itu normal silakan tinggalkan dan kemudian lanjutkan pencarian,bila berasa 'wave'nya ulangi penelusuran hingga 2-3kali.
Kelima,lilitkan ke jari tangan,dan jika dirasa sudah cukup mantab silakan ditarik agak ke pangkal biar tidak putus.
Voila!mudah bukan :D
metode penghilang stres macam ini tidak dianjurkan untuk orang-orang berambut tipis apalagi yang sudah mengalami kebotakan.
Beruntung rambut saya tebal,dan walau didera kerontokan yang dasyat ditambah kebiasaan aneh ini rambut saya tetap SINGA!
Beberapa teman SMA saya terbawa kebiasaan ini hingga sekarang,
dan mereka bilang kalau ada bagian di kepala mereka yang mulai botak.hahahaa
Maaf ya teman-teman,bukan maksud saya lho,kalian yang ngikut-ngikut.
Silakan diimbangi dengan pemakaian lidah buaya secara rutin.hehee
Lalu bagaimana dengan kalian,
adakah hobi yang lebih aneh dari kegemaran saya yang satu inikah?
Ni hasil perburuan saya
Ekspresi saat perburuan
Sunday, April 25
hal itu dikarenakan himpunan saya punya "gawe", dan masalahnya saya merupakan orang yang dipercaya untuk meng-handle '"gawe" tersebut.
acara saya itu seharusnya dimulai pada hari minggu, 18 april, tepat seminggu yang lalu.
tetapi karena ada aral melintang *ciee* jd rencana hari minggu itu batal.
ternyata semua tidak semudah yang saya duga, walaupun keputusan untuk membatalkan acara tersebut sebenarnya juga sudah melalui pertimbangan yang tidak sebentar dan dengan bantuan banyak kepala.
ada salah satu pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan yang kami buat.
mereka mengancam *atau mungkin mengatakan,entahlah karna saat itu saya panik* akan membawa masalah ini ke media massa dan akan menuntut kampus kami karna tidak profesional dalam menjalankan kegiatan.
jujur saja, karna posisi saya dalam kegiatan ini sangatlah vital, saya berusaha tidak panik.
tapi apa daya karna belum ada pengalaman dan mental seadanya yang belum pernah teruji, saya panik juga.
saya takut. sangat takut malah.
dari kami berusaha meloby pihak tersebut.namun sayang utusan kami gagal,
dan akhirnya saya sendiri yang turun tangan.
saya berusaha meminimalisir semua akibat yang mungkin terjadi.
saya berusaha meredam amarah mereka.
saya tau saya salah,
atau lebih tepatnya keputusan kami dalam kepanitiaan.
saya diam.
dan tidak ingin semua panitia tahu kejadian ini.
bukannya ingin merahasiakan, tapi saya takut semangat mereka luntur mendengar kabar ini.
akhirnya saya, ketua himpunan, dan koordinator acara tersebut berterus terang kepada pihak kampus dan siap menerima apapun reaksi dari kampus.
setelah beberapa kali menemui pihak kampus, sang koordinator acara ini mutung, dia merasa bukan dia yang memutuskan akan mengambil tindakan yang ujung-ujungnya mencelakakan kami.
dia tidak mau berurusan lagi.
dia tidak mau dipersalahkan, walaupun kami juga tidak menyalahkan siapapun karna ini memang keputusan bersama.
dia marah-marah, menurutnya semua gara-gara saya.gara-gara sata ketuanya dan saya yang memberi pertimbangan final.
saya tahu langkah yang saya ambil salah setelah kejadian,
mungkin kalau saya tidak menjalani keputusan ini pasti saya tidak akan tahu buntutnya akan sepanjang ini.
tapi apakah kita tidak boleh salah?
bagaimana kita bisa berlari jika kita takut jatuh.
dan mungkin kita memang harus jatuh supaya kita tahu bagaimana bangkit itu.
jujur saya tertekan,
banyak dosen yang tahu dan ikut mencerca keputusan buruk saya itu.
saya berusaha sebisa mungkin mengabaikannya.walaupun kadang terasa panas telinga ini.
ada satu pelajaran yang sangat berharga yang saya dapat dari kejadian ini.
bahwa kesuksesan seseorang itu ditentukan dari bagaimana cara orang tersebut menghadapi masalah dan menemukan jalan untuk menyelesaikan dan meminimalisir akibat yang ditimbulkannya..
orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal..
tetapi bagaimana kita mengubah kegagalan itu menjadi sebuah keberhasilan.
trimakasih Satria Adhiguna, Lisa Jati Larasbudi Modouw, Febrian Niko Prajawardhana, untuk semua bantuannya di masa sulit
Panji Satria Trihono, untuk waktunya, maaf saya nangis waktu itu :)
Thursday, April 15
Jika kamu seorang yang berpikiran kolot, pasti akan mengatakan bahwa seseorang yang bertato itu terkesan nakal, gak bener, kayak preman, dan berjuta kesan negatif akan melekat pada orang tersebut.
padahal tato bukanlah suatu dosa, atau suatu cap yang menandakan baik buruknya seseorang.
tato hanyalah suatu apresiasi terhadap seni, medianya saja yang mungkin terasa tidak wajar bagi masyarakat kita.
beberapa bulan lalu tiba-tiba saya terpikir untuk membuat sebuah tato..
entah dari mana datangnya pemikiran itu.
mungkin bagi kalian ini hanya sekedar sensasi atau untuk keren-kerenan saja,
tapi saya sudah berpikir matang,
bukan hanya sekali atau dua kali,
bahkan ribuan kali dengan pertimbangan dari pacar dan sahabat dekat saya, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mentato badan ini.
karna keputusan sudah mutlak, maka dimulailah perburuan kandidat-kandidat gambar yang nantinya akan bersarang di badan ini.
dibantu seorang sahabat, saya banyak mendapat referensi gambar dan tips-tips dalam memilihnya, serta pertimbangan kenapa gambar itu yang nantinya dibuat.
saat itu saya mulai ragu, dan berpikir ulang, mempertimbangkan keputusan saya lagi.
setelah berminggu-minggu termakan kesibukan, tiba-tiba saya ingat pada keinginan saya itu.
saya segera menghubungi sahabat saya, lalu meminta tolong untuk mencarikan info tempat untuk membuat tato yang bagus dan harganya juga terjangkau.
kebetulan teman dari sahabat saya itu tahu ada promo suatu studio tato yang baru buka sehingga harganya tidak begitu mahal ;p
di sela-sela kesibukan saya yang menggila itu saya menyempatkan untuk mendatangi studio tato tersebut bersama sahabat saya.
ternyata pelayanannya sangat profesional, sehingga nyaman dan cukup meyakinkan untuk "newbie" di dunia pertatoan.hehehee
saya memutuskan untuk menggambari bahu kanan belakang *atau punggung belakang saya dengan seekor kucing.
gambarnya agak sedikit tidak umum untuk image seekor kucing yang biasanya manja, lucu, manis, dsb.
si kucing ini agak galak tampaknya, mungkin seperti pemiliknya ;)
gambar ini menjadi pemenang setelah menyingkirkan gambar salib dan beraneka bunga-bungaan.
tidak ada penyesalan.ataupun kegelisahan.
semua menjadi tanggung jawab saya.
sedikit sakit memang,
tapi semua kesakitan itu terpuaskan.

*dipersembahkan untuk semua sahabat-sahabat kucing yang sudah menemani saya mulai saya belajar berjalan, hingga saya mampu untuk terbang.
hanya kalian yang melihat apa yang tidak dilihat orang,
dan hanya kalian yang tahu. hanya kalian yang mengerti.
love you so..
Saturday, January 30
tentang kisah cintanya
tentang wanita yg telah mengenalkannya pada rasa sakit
tentang kesia-siaan sebuah pengorbanan.
wanita itu pergi,
memilih cinta lain
yang dianggap lebih baik dan jauh lebih berharga.
dan menghempaskan smua kenangannya bersama pria itu.
tidak hanya sekali terjadi,
bahkan dua.
tapi pria itu tetap menerimanya.
memaafkannya,
dan merengkuhnya kembali.
wanita itu meninggalkannya,
dengan cerita yang sama
berulang
terulang.
dan akan selalu kembali pada pria itu
ketika ia membutuhkannya
ketika ia tak memiliki lagi pegangan.
pria itu terluka,
jelas terluka.
tapi ia mencintai wanita itu.
bagaimanapun keadaannya.
hingga pada akhirnya pria itu belajar melepaskan,
dan mengabaikan rasa yang menyiksa.
mengabaikan wanita itu adalah kesakitan yang teramat sangat
terutama ketika wanita itu merindukannya.
tapi luka tetaplah luka,
dan cintapun kadang tak cukup kuat untuk menyembuhkannya.
tapi semua perlu belajar,
bahkan melepaskan sekalipun.
nikmati saja perih itu
karna kesakitan yang terasa sekarang akan menjadi kebahagiaan di masa mendatang.
tidak perlu takut
atau malu,
karna suatu saat kau akan berterimakasih karna pernah mengenalnya
berbagi hidupmu dengannya.
pria itu tersenyum
dan membiarkan waktu menjamahnya
membiarkan semua kenangan tetap berputar
dengan segala kesakitan dan tawa
dan menyadari,
bahwa ia pernah bahagia
dan akan tetap bahagia
walau dengan jalan yang berbeda.
.dedicated to friend.
:)
Wednesday, December 9
Wonogiri, kota kelahiran yang saya cintai, berada di jawa tengah bagian selatan yang berbatasan langsung dengan propinsi DIY dan Jawa Timur, samudra Hindia, serta kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Saya kurang mengetahui data akurat tentang kota kelahiran saya ini, tapi yang saya tahu kota ini tidak ada toko bukunya. Toko buku yang saya maksud di sini adalah toko buku yang lengkap, yang menyediakan berbagai macam bacaan bagi berbagai macam golongan msyarakatnya. Toko buku yang saya ketahui hanya menyediakan buku - buku pelajaran sekolah, itupun saat saya masih SMP, sekarang keberadaan toko tersebut entah dimana. Ada juga satu agen koran yang cukup terkenal, tetapi agen tersebut hanya menyediakan koran dan majalah- majalah saja.
Saya sendiri dibesarkan pada keluarga yang suka membaca. Almarhumah simbah putri saya yang mengenalkan saya pada berbagai bacaan. beliau lah yang sering membawakan saya buku-buku setiap kali habis bepergian dari Bogor, tempat bude saya. Sejak TK saya sudah bergelut dengan majalah - majalah lama milik kakak saya. Waktu SD saya sering bolak - balik ke taman bacaan yang ada di kompleks Gereja saya untuk meminjam buku-buku karena untuk membeli buku-buku bacaan saya harus pergi ke Solo. Ada juga perpustakaan daerah, tetapi aksesnya sulit dan kemasannya tidak menarik. Untuk menjadi anggota diwajibkan meenyerahkan fotokopi tanda pengenal (waktu itu saya masih SD sehingga saya belum mempunyai KTP), dan juga harus membawa surat pengantar dari kelurahan dan kecamatan. Hal ini sangatlah merepotkan bagi anak seusia saya waktu itu.
Setelah kurang lebih lima tahun saya tidak berdomisili di Wonogiri,suatu hari saya mengunjungi taman bacaan yang berada di kompleks Gereja, saya sangat terkejut melihat keadaannya. Taman bacaan tersebut sepi sekali. Tiap hari belum tentu ada pengunjungnya. Buku-buku yang ada juga sangat terbatas jenisnya. Padaha pada zaman saya dulu taman bacaan ini selalu ramai pengunjung. Hal ini sangat memprihatinkan. Entah apa karena zaman sekarang siaran televisi sangat menjamur sehingga minat baca masyarakat berkurang atau memang karena koleksi dari taman bacaan tersebut sudah ketinggalan zaman.
Rendahnya minat baca dan kesulitan memperoleh bacaan ini membuat saya tergerak untuk memiliki toko buku sekaligus taman bacaan yang menyediakan berbagai macam bacaan. Jika saya sudah menyelesaikan studi, saya ingin bisa mendapat pekerjaan dan penghasilan yang layak sehingga dari penghasilan yang saya peroleh tersebut saya bisa mengembangkan minat baca di kota saya dengan cara mendirikan taman bacaan maupun pengadaan perpustakaan keliling seperti yang sudah dirintis oleh ibu negara, Ibu Ani Yudhoyono. Saya yakin, impian saya akan terwujudkan suatu saat nanti.Tentu saja, dengan bantuan semua pihak, masyarakat Wonogiri akan menemukan kembali imajinasinya yang selama ini lenyap.
Sunday, December 6
menyedihkan bukan..
di hari libur saya lebih suka mengurung diri di kamar.
terlepas karna alasan tidak pny teman untk mghabiskan liburan.
teman kampus saya banyak.teman di luar kmpus juga banyak.
tp entah,tampaknya hari libur adalah hari yg sangat personal.
hari dmn kita bs mghabiskan waktu bsama kluarga dan orang2 yg kita sayangi.
masalahnya adalah, saya hidup jauh dari ortu,
sedangkan pacar berada jauh di ibukota.
teman2 saya bepergian dengan pacar2 mereka.
teman2 saya yg jomblo, entah dmn mereka, tampaknya saya kurang bs menjaga hub pertemanan jangka panjang..
alhasil kegiatan hari libur saya ya cuma mendekam di kost.
fesbukan, dengerin lagu, nonton dvd, merenung, ya gt2 terus..
kadang saya merasa sangat menikmati saat2 personal saya
saat dmn cuma ada saya dan saya, tidak peduli pandangan orang terhadap saya,
anti sosial mungkin,
tapi saya menikmatinya..
berbeda dengan hari ini,
senin besok, saya harus menjalani ujian akhir semester.
ini membuat hari libur ini berbeda.
ada sedikit ketakutan terbersit karna saya merasa semester ini saya kurang fokus,
dan merasa sangat2 tidak siap utk menghadapi ujian,
ditambah lg kondisi fisik yg sangat tidak mendukung suasana blajar.
saya butuh dukungan
dari kalian,
orang2 yg saya anggap dekat.
orang2 yg saya pikir akan ada disaat saya jatuh.
dari kalian yg sudah saya nomor satu kan.
tapi ternyata,
tidak satupun dari kalian yang ada disini.
tidak seorangpun yg menyapa,
dan menganggap keberadaan saya.
saya merindukan kehadiran kalian,
walau kadang maya,
tak apa,
karna itu merupakan suatu bukti kalian masi menganggap saya ada.
saya bnr2 rindu kalian,
siapa sajalah,
siapa saja yg berkenan ada untuk saya saat ini.
untuk berbagi kekhawatiran,
dan mengalihkan ketegangan yg terdoktrin di otak saya.
dan saya berharap smua dapat terlewati..
walau saya sendiri.
Monday, November 23
rencananya mau bersenang2 dg ntn Jazz di Pasar Seni Gabusan,
tp mood bagus dikalahkan oleh guyuran hujan dan perasaan was2 karna maen kucing2an sama pacarnya tmn.
ditengah acara sbnrnya sudah berpikir untuk plg saja.tp karna keadaan membaik lalu dilanjut nontonnya.
panggung terakhir.
condrowasito.
dwiki darmawan.dewa bujana.
puncak acara.
setelah duduk ngesot sambil online pk hp aku pun beranjak menuju panggung trakhir.
beberapa saat kemudian aku baru sadar hpku satunya lenyap.
yg online masi aku bawa.
aku langsung menyeret tmnku untuk mencari.
kami pun berputar2.aku linglung.
di telpon bs.
di angkat.
suaranya lg dijalan.
kadang percakapan.
aku pasrah.
aku pulang.
di tengah jalan tmnku tiba2 berhenti.
nomorku menelpon.
ya Tuhan!
orangnya blg aku disuruh ngambil.
hari ini.nanti sore.
dia memberi no hp nya.
intinya hpku ketemu.
aku tenang lagi.
karna lelah mencari perut kamipun menjadi keroncongan.
aku dan teman2ku makan.
saat membuka dompet aku baru menyadari klo stnk motorku gak ada.
padahal td pas berangkat aku yakin aku membawanya.
aku panik.tp cuma 1 orang tmnku yg tau.2 lainnya tdk.aku sudah cukup merepotkan.
aku coba cari ditas.jg tdk ada.
ok,positive thinking.
mungkin ketinggalan di kost.
sampai dikost aku cari hasilnya juga nihil.
di celana.
lemari.
tas.
meja.
kantong jaket.
smua gak ada hasilnya.
kesimpulannya STNK ku ilang!
bntr lagi aku mw mengitari ruteku tadi mlm.
siapa tau kececer di jalan.
semoga ketemu ya..
doakan saya..
dan cukup sudah smua kesialan ini.
jangan ada yg hilang lagi.
amin.



