
ada suatu peristiwa mengejutkan yg cukup mengguncang saya,
om saya, adik dari bapak tiba-tiba saja meninggal,
yang namanya meninggal memang selalu tiba-tiba,tidak pernah ada yg direncanakan,
tapi kali ini tanpa pertanda,
tanpa kesakitan yang diketahui oleh pihak keluarga.
usia beliau belum tua,
anak pertamanya baru sma kelas2,
yang kecil baru sd awal,
dan beliau adalah orang cukup dominan dalam keluarga,
seorang decision maker lah istilahnya,
beliau yang ada dalam kenangan saya orangnya galak,
hahahaa,
*pdhl bapak saya saja sudah cukup sangar,dan yg ini lebih sangar
seketika itu juga saya langsung membayangkan bagaimana kelanjutan hidup keluarganya,
anak-anaknya,
saya tidak tahu,dan bayangan saya tidak dapat menjangkau kenyataan yg ada.
ketakutan-ketakutan akan sebuah rasa kehilangan membuat saya tersiksa.
bagaimana jika itu saya?
bagaimana jika saya yang kehilangan?
atau mungkin saya yang meninggalkan?
saya tidak pernah tahu,
lalu apa yang bisa saya perbuat?
apakah saya harus berhenti mencintai orang-orang terdekat saya,
supaya saya tidak merasa terlalu kehilangan?
atau saya akan membiarkan waktu yang akan menguatkan saya?
saya terlampau takut.
No comments:
Post a Comment