Pages

Borobudur Jazz Festival

When a woman loves a man

Tuesday, November 20



Selamat malam menjelang pagi,
Di waktu ini, kami berusaha terjaga, mengamati, menanti, memastikan kalian menutup hari.
Kami sering tak peduli, bahwa esok pagi mentari masih harus ditemui. Yang kami tahu, kalian belum sepenuhnya terselimuti.
Apakah pagi mau berkompromi? Setahu kami, Ia tetap berlari. Tak peduli kami sudah menggeluti diri sedangkan kalian masih di alam mimpi.
Sering kami tak dapat kesempatan untuk memiliki karna kalian sibuk mewujudkan mimpi.
Marahkah kami? Bencikah kami? Tidak, kami hanya ingin kalian berbagi, mengetahui porsi, dan kami akan tahu diri.
Jangan anggap kami ini duri, penghalang dari mimpi. Kami memang iri, tapi kami ingin kalian beriang hati, karna itu sumber kekuatan kami.
Kami memang hanya sosok pengisi, tapi kami lebih dekat dari mimpi.
Kemari, jangan berhenti.
Karna kami akan tetap menanti.


~np. Payung Teduh - Resah



hello my favorite sunshine :)

Thursday, November 8

Aku merindukan rangkaian cerita. Percakapan-percakapan panjang yang saling menyambung, tak berujung.  Sebagaimana kisah hari-hari yang dijalani, berdiri atau kadang perlu untuk berlari. Tawa yang pernah terdengar riang kini mulai usang. Kau duduk terdiam di sudut kenyamananmu. Bahagiakah kamu, atau sebaliknya? Aku tak berani jauh menebak-nebak pikiranmu. Sekuat tenaga kutepis terkaan akan hal terburuk yang mungkin terjadi. Kau masih di sana, terdiam di sudut kenyamananmu. Helaan nafas terlepas dari pertahananku, kaupun menoleh menatapku. Seketika runtuhlah benteng yang berkali-kali coba kubangun. Aliran itu mendesak keluar tanpa bisa aku sembunyikan lagi. Menyerah kalah. Aku merindukan kita...




*play this song when u read it :)

Boyce Avenue - What Makes You Beautiful (One Direction)


Perahu Kertas

www.kusukasuka.com

"Kalau nggak begini, saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya, Gy. Semua yang kamu lakukan adalah karena saya meminta. Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya."

Bahu Kugy berguncang tanpa bisa lagi ia tahan. "Tapi.. orang itu kan kamu... aku... aku nggak pernah minta apa-apa... tapi... tapi, kamu kasih semuanya...," Kugy berkata terengah, di sela isakan dan desakan yang begitu kuat menyesak di dadanya.

"Iya, Gy," Remi mengangguk sambil mengusap air mata di pipi Kugy, "kamu mungkin sudah ketemu. Saya yang belum...," ucapnya lagi, separuh berbisik. Seolah ia sedang memberi tahu pada dirinya sendiri.


#427
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS