Pages

Merindu

Sunday, July 24

Jika masi ada masa
aku ingin mengulangnya
mengulang semua cerita yang sebelumnya tak tersampaikan
aku merindu
di setiap pagi ketika angin menyapaku
seolah ada kamu disini



hanya kamu yang aku punya
jangan pergi
aku masih ingin bercerita.

Mencintai

Thursday, July 21

Rasa ini muncul jauh sebelum aku menyadarinya. Mungkin ia mengendap-endap, menyusupi celah yang tak terdeteksi oleh hati. Membawa sensasi sendiri-yang sebenarnya biasa, tapi candu bagi sepi.

Ia muncul bersamaan dengan hangat pelukmu. Bersama ketenangan yang datang saat kau ada. Bersama doa yang kita daraskan bersama. Ia berwujud dalam dirimu-yang membawa jiwa ini pulang ke rumahnya.

Rasa ini, yang tak ingin terlambat lagi kusadari.


Mencintai,
kamu.

Berharap

Wednesday, July 20




Aku ingin memilikimu
hari ini, esok, hingga petang menjemput
hingga rerumput mulai kering
dan angin bertiup terasa menusuk.

Aku ingin bersamamu
dalam peluk hangat senja
bahagia.


~ditemani Josh Groban, To Where You Are

Pengingat

Serentetan peristiwa kembali terulang dalam ingatan. Rangkaian waktu - yang sebenarnya tak mau diputar pun terpanggil kembali. Entah perasaan sedalam apa yang mempengaruhi aliran air mata ini.
Ini bukan suatu duka.
Ini suka.

Secara alami banyak hal yang tak kita sadari. Bagaimana berbagi atau saling membohongi. Tapi tak pernah bisa dimengerti, kita-selalu-tahu, jika ada yang tak beres dalam hari ini. Kita partner yang hebat dalam segala hal, bahkan urusan hati - saling melengkapi.

Mungkin memang masanya. Masa dimana kita pun harus bersiap menghadapi rasa kehilangan yang kita benci. Kita tidak hilang. Tapi memang terasa kehilangan.

Inilah jalannya, supaya kita berharga.




~teriring doa untuk Utami Yudiastuti dan Listyan Worosaputri
sampai bertemu lagi

Satu

Wednesday, July 13




Jadi ini sederhana saja,Tuhan
cuma satu
satu dari antara berjuta yang ada

satu saja

untuk ku bermuara

dan ku harap dialah orangnya.

Rasa



Aku tidak menguburnya
tapi menerbangkannya ke angkasa

sebagaimana aku melepasmu agar bahagia
dan menemukan tempat yang kau tuju.
"selama ini
mungkin memang
bukan aku,"



~kesadaran yang terlambat,setelah sepuluh bulan~

See you in heaven :')

Friday, July 1

Aku masih ingat waktu itu. Lebih dari satu dasawarsa yang lalu. Saat itu, aku adalah seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang sangat bahagia karna kehadiranmu. Aku masih ingat, kau mengintip dari atap sementara saudarimu terjatuh. Aku sudah jatuh cinta, saat itu juga. Pada bulumu yang jarang, yang putih membalut tubuh merahmu, mata nakalmu, tanda hitam di kepalamu. Sejak awal, dan tanpa kau sadari, kau selalu ada untukku. Selalu. Kamu yang tidur di pangkuanku, mendengkur, ekormu yang sering tidak sopan hingga masuk ke mulutku. Kamu yang bersembunyi di bawah kursi, yang sering terkunci di dalam rumah hingga berhari-hari. Kamu yang selalu berdiri di meja dapur, meminta jatah bakso, ataupun sosis, kamu yang suka risoles, wafer pisang. Kamu yang sering mengganggu saat aku membaca buku, duduk di lembaran koran yang sedang aku baca, meraih tali sepatuku ketika aku terburu-buru pergi sekolah.

Hingga saat aku harus pindah kota untuk meneruskan pendidikanku, kamu selalu menunggu. Meminta dipangku saat kepulanganku. Menyambut, dari pagi tak beranjak keluar rumah hanya untuk bertemu denganku. Kamu yang setiap jam 5 pagi minta dibukakan pintu, lalu menyusulku yang masih terlelap. Betapa aku tidak bisa tanpamu, yang menghangatkanku di malam-malam hujan dengan bergulung di kakiku. Kamu yang selalu di marahi Bapak karna bulumu menempel dimana-mana, dan bekas-bekas cakarmu yang merusak sofa. Kamu yang sempat tidak pulang seminggu, hingga Mama dan aku sudah mengikhlaskanmu, tapi ternyata kamu kembali, dengan tulang yang menonjol, dengan pipi tirus tidak terawat. Kamu yang selalu berantem sama si kumbang, bahkan hingga ujung usiamu.

Dan kini kamu tidak ada lagi, kamu pergi, ke tempat peristirahatan yang paling indah, surga untuk kucing-kucing sepertimu. Bertemu ibumu, kakakmu, anak-anakmu. Aku tidak pernah menyadari betapa aku akan sangat kehilanganmu. Aku sudah memperkirakan waktu ini, tapi bukan sekarang, disaat aku tidak bisa menemuimu untuk terakhir kali.

Aku sayang kamu, Ntih. Dan kamu pasti tahu itu. Terimakasih sebelas tahun yang kita lewati bersama. You're the best. I love you.




last day of June 2011
see you in heaven :*




~np: Don McLean - Vincent ( Starry, starry night)
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS