Rasa ini muncul jauh sebelum aku menyadarinya. Mungkin ia mengendap-endap, menyusupi celah yang tak terdeteksi oleh hati. Membawa sensasi sendiri-yang sebenarnya biasa, tapi candu bagi sepi.
Ia muncul bersamaan dengan hangat pelukmu. Bersama ketenangan yang datang saat kau ada. Bersama doa yang kita daraskan bersama. Ia berwujud dalam dirimu-yang membawa jiwa ini pulang ke rumahnya.
Rasa ini, yang tak ingin terlambat lagi kusadari.
Mencintai,
kamu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment