Segala sesuatu yang diawali dengan kata "demi" seolah mengandung tendensi.
Apakah ia benar-benar tulus dari hati?
Karna suatu kali akan tiba saat dimana hati pun lelah memberi toleransi,
tak mau lagi memahami,
hanya ingin terbang tinggi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment