Wonogiri, kota kelahiran yang saya cintai, berada di jawa tengah bagian selatan yang berbatasan langsung dengan propinsi DIY dan Jawa Timur, samudra Hindia, serta kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Saya kurang mengetahui data akurat tentang kota kelahiran saya ini, tapi yang saya tahu kota ini tidak ada toko bukunya. Toko buku yang saya maksud di sini adalah toko buku yang lengkap, yang menyediakan berbagai macam bacaan bagi berbagai macam golongan msyarakatnya. Toko buku yang saya ketahui hanya menyediakan buku - buku pelajaran sekolah, itupun saat saya masih SMP, sekarang keberadaan toko tersebut entah dimana. Ada juga satu agen koran yang cukup terkenal, tetapi agen tersebut hanya menyediakan koran dan majalah- majalah saja.
Saya sendiri dibesarkan pada keluarga yang suka membaca. Almarhumah simbah putri saya yang mengenalkan saya pada berbagai bacaan. beliau lah yang sering membawakan saya buku-buku setiap kali habis bepergian dari Bogor, tempat bude saya. Sejak TK saya sudah bergelut dengan majalah - majalah lama milik kakak saya. Waktu SD saya sering bolak - balik ke taman bacaan yang ada di kompleks Gereja saya untuk meminjam buku-buku karena untuk membeli buku-buku bacaan saya harus pergi ke Solo. Ada juga perpustakaan daerah, tetapi aksesnya sulit dan kemasannya tidak menarik. Untuk menjadi anggota diwajibkan meenyerahkan fotokopi tanda pengenal (waktu itu saya masih SD sehingga saya belum mempunyai KTP), dan juga harus membawa surat pengantar dari kelurahan dan kecamatan. Hal ini sangatlah merepotkan bagi anak seusia saya waktu itu.
Setelah kurang lebih lima tahun saya tidak berdomisili di Wonogiri,suatu hari saya mengunjungi taman bacaan yang berada di kompleks Gereja, saya sangat terkejut melihat keadaannya. Taman bacaan tersebut sepi sekali. Tiap hari belum tentu ada pengunjungnya. Buku-buku yang ada juga sangat terbatas jenisnya. Padaha pada zaman saya dulu taman bacaan ini selalu ramai pengunjung. Hal ini sangat memprihatinkan. Entah apa karena zaman sekarang siaran televisi sangat menjamur sehingga minat baca masyarakat berkurang atau memang karena koleksi dari taman bacaan tersebut sudah ketinggalan zaman.
Rendahnya minat baca dan kesulitan memperoleh bacaan ini membuat saya tergerak untuk memiliki toko buku sekaligus taman bacaan yang menyediakan berbagai macam bacaan. Jika saya sudah menyelesaikan studi, saya ingin bisa mendapat pekerjaan dan penghasilan yang layak sehingga dari penghasilan yang saya peroleh tersebut saya bisa mengembangkan minat baca di kota saya dengan cara mendirikan taman bacaan maupun pengadaan perpustakaan keliling seperti yang sudah dirintis oleh ibu negara, Ibu Ani Yudhoyono. Saya yakin, impian saya akan terwujudkan suatu saat nanti.Tentu saja, dengan bantuan semua pihak, masyarakat Wonogiri akan menemukan kembali imajinasinya yang selama ini lenyap.
No comments:
Post a Comment