Aku memakan kenangan,
menelan dengan segala kepahitannya,
menyimpan bahagia di balik lidah
sebagai penawarnya.
Di dalamnya tersimpan kamu.
Kamu yang tak pernah mengerti aku.
Kuharap kamu kan lebur,
tercerna dengan sempurna.
Merasuk hingga sudut terkecil bersama aliran darahku,
hingga akhirnya kamupun tahu,
ada berapa banyak cinta untukmu
yang akhirnya membunuhku.
menelan dengan segala kepahitannya,
menyimpan bahagia di balik lidah
sebagai penawarnya.
Di dalamnya tersimpan kamu.
Kamu yang tak pernah mengerti aku.
Kuharap kamu kan lebur,
tercerna dengan sempurna.
Merasuk hingga sudut terkecil bersama aliran darahku,
hingga akhirnya kamupun tahu,
ada berapa banyak cinta untukmu
yang akhirnya membunuhku.
No comments:
Post a Comment