"... Aku teringat detik-detik yang kugenggam. Hangat senyumnya, napasnya, tubuhnya, dan hujan ini mengguyur semua hangat itu, menghanyutkan bersama air sungai, bermuara entah kemana. Hujan itu mendobrak paksa genggamanku dan merampas milikku yang paling berharga. Hujan bhkan membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku tidak ingin menangis. Aku hanya ingin ia pulang. Cepat pulang. Jangan pergi lagi."
Akupun sadari,kau takkan kembali lagi...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment