Bau hujan, segarnya semilir angin, dan cahaya redup kota ini membawa ketenangan, yang tidak akan ditemui di tempat lain.
Tidak terasa sudah tujuh tahun, atau jika satu tahunnya kamu punya 365 hari maka hitunglah, kamu akan mendapat angka 2555 hari, yang berarti hampir sepertiga hidupku kuhabiskan di kota ini. Terlalu banyak kenangan, tapi untuk apa larut? Toh masih ada masa depan yang siap dirangkai lagi. cita-cita, mimpi, harapan, yang dulunya masih di awang-awang, kini berada dalam genggaman, siap dipertaruhkan.Tidak mudah memang untuk beradaptasi lagi, tapi mimpi, patut untuk diuji seberapa yakin kita menjalaninya.
Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untuk menempa pribadi. Berterimakasihlah atas kesempatan yang mungkin tak kan kau temui lagi. Sekarang waktunya bergegas, sebagai pembuktian diri atas apa yang telah diupayakan selama ini.
Semoga Tuhan merestui.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment